Pancaroba by Locavore

Terletak di Ubud, jantung komunitas seni dan budaya Bali. Locavore adalah restoran kecil dan sederhana yang hanya bisa menampung 36 orang untuk makan siang dan makan malam. Mereka menyajikan masakan modern dan kreatif melalui menu tasting mereka, yang seringkali menampilkan bahkan lebih dari 20 hidangan. Menu disini sering berubah untuk mengakomodasi konsep mereka yang hanya menggunakan bahan-bahan masakan yang bersumber dari produk Indonesia.

Chef dari Locavore ini adalah Eelke Plasmeijer dan Ray Adriansyah. Eelke memulai karir dapurnya pada usia 14 tahun di sebuah restoran di desanya di Belanda. Working his way up through the ranks, dia berlatih di hotel school dan Michelin Two Star Restaurant di Amsterdam. Ketika mengunjungi seorang mentor di Jakarta pada tahun 2008, ia dibujuk untuk mengambil alih sebagai Kepala Koki di sebuah restoran di Jakarta. Ray melamar sebagai Sous Chef, keduanya cocok dan segera pindah ke Bali di mana mereka akhirnya menjalankan dapur bersama di Alila Ubud.

Sedangkan, Ray Adriansyah lahir di Jakarta dari orang tua yang berasal dari Sumatera. Ibunya adalah seorang juru masak yang hebat dan Ray tumbuh dengan minat yang sama dalam hal masakan tradisional dan internasional. Saat belajar di Selandia Baru, dia memutuskan untuk keluar dari sekolah bisnis yang dia masuki dan beralih ke sekolah memasak. Setelah lulus dari sekolah kuliner di Christchurch, ia kembali ke Jakarta dan memperoleh posisi Sous Chef di bawah Eelke. Mereka telah bekerja sama sejak saat itu.

Hal yang paling menarik disini adalah mereka sangat menghargai bahan-bahan makanan Lokal. Mereka bahkan hanya menggunakan bahan dari Indonesia dan enggan menggunakan bahan Import. Awalnya memang sulit dan harus dilakukan secara bertahap namun sekarang mereka telah berhasil melakukan hal tersebut.

Breadfruit baked in embers, kecap glaze, fermented potato green garlic cream, potato garlic chip

Pendekatan khusus lokal mereka untuk mencari bahan tidaklah mudah. Tapi, itu terasa benar. Jadi di Locavore, mereka menerapkan beberapa ide pada hidangannya yaitu :

  • Tidak ada produk impor
  • Tidak ada produk susu (sapi tidak berasal dari sini)
  • Tidak ada gandum (tidak tumbuh di sini)
  • Memanfaatkan semua bagian bahan
  • Lebih sedikit protein hewani, lebih banyak sayuran
Quail barbecued, glazed with quail garum, pickled solo garlic, black garlic koji mole, toasted yeast

Kembali buka setelah sekian lama tutup selama pandemi. Mereka siap menghidangkan makanan terbaiknya melalui menu seasonal mereka, Menu Pancaroba. Menu Pancaroba mereka berkaitan dengan waktu di antara musim hujan dan kemarau. Alam beradaptasi dan perubahan nyata terjadi di hutan, lahan pertanian dan habitat. Pergeseran dan kesiapan untuk apa yang akan datang dan panen bagi mereka yang tahu.

Honey kombucha granité, fermented wild honey, salak, bee pollen

Beberapa Menu Pancaroba mereka adalah

  • Breadfruit baked in embers, kecap glaze, fermented potato, green garlic cream, potato garlic chip
  • Quail barbecued, glazed with quail garum, pickled solo garlic, black garlic koji mole, toasted yeast
  • Blood berry (Buah Buni) tart, chocolate oil crust, blood berry sorbet, coconut egg white crème
  • Honey kombucha granité, fermented wild honey, salak, bee pollen
Blood berry (Buah Buni) tart, chocolate oil crust, blood berry sorbet, coconut egg white crème

Kalian bisa mencoba hingga 19 menu, mereka juga menawarkan minuman yang akan cocok dengan menu pancaroba ini. Untuk menikmati Menu Pancaroba kalian perlu mengelarkan biaya sebesar IDR 1.250K++/ Orang.

IG : @restaurantlocavore
Lokasi : Jl. Dewisita No.10, Ubud, Kabupaten Gianyar, Bali
Jam Buka : Jumat dan Sabtu mulai dari pukul 18.30
Reservasi : 0821 – 4495 – 6226 atau [email protected]