YOUR INDONESIA CITIES GUIDE

banner-image

JKTGO GIVEAWAY

Setelah diumumkan dan disahkan beberapa hari yang lalu nama Nadiem Makarim terus melonjak menjadi pembicaraan orang-orang. Terkenal sebagai pendiri GOJEK, Sebuah perusahaan penyedia jasa transportasi berbasis online, Nadiem ditunjuk oleh presiden terpilih Bapak Joko Widodo masuk ke jajaran Kabinet Indonesia Maju sebagai Mentri Pendidikan dan Kebudayaan.

Hal ini sendiri banyak menimbulkan pro dan kontra di masyarakat. Banyak yang menilai dia terlalu muda, ada juga yang meragukan kemampuannya untuk menjadi Menteri. Tetapi bukan hal ini yang akan dibahas kali ini. Sebagai generasi muda, generasi milenial yang kritis menurut kalian “Jika kamu adalah MENDIKBUD, terobosan apa yang akan kamu buat?”

 

 

How to win this giveaway:

  • Tulis jawaban menarik kalian di kolom komen di bawah
  • Pemenang akan diumumkan ditanggal 8 November via Email dan IG Story JKTGO

 

What the Prize?

Untuk 2 jawaban terbaik akan mendapatkan masing-masing voucher ismaya sebesar 1 Juta, How Wonderful!

 

 

 

CONGRATULATIONS! NATASHA & NINDIA PUTRI

Post tags:
Comments
  • Natasha

    1. restructuring sistem pendidikan indonesia yg terlalu text book
    2. increasing empathy rather than IQ
    3. perhatiin social interaction karena jaman sekarang walau gadget wise itu sangat maju, tp anak skrg terlalu fokus dengan gadget dan ga memperhatikan lingkungan sekitar (masa bodo amat-an sm org lain, which in not good)
    4. bikin sekolah setengah asrama. anak2 bisa tidur siang, makan, mandi, dll, krn jaman sekarang kebanyakan kedua orang tua bekerja. Daripada di rumah sama pembantu (yg terkadang banyak terjadi kasus kejahatan juga) lebih baik di sekolah dengan teman & pengawas yg terlatih. Anak2 bisa menyelesaikan semua PR dan belajar utk ulangan di sekolah. Sore mungkin skitar pukul 5 / 6 mereka bisa pulang ke rumah TANPA membawa PR dari sekolah. So they can have we time with their family.

    30 October 2019
  • Annance angella ongebelle

    Mungkin hal yang gue buat adalah sistem pendidikan yang fun dan berkarakter, berdaya saing global namun memuat nilai-nilai lokal. Gue juga bakal ngebuat program khusus dalam kurikulum yang telah gue buat yang concern dibidang kepempimpinan, kewirausahaan dan kelingkungan. Yang mana elemen ini dibutukan bagi pelajar yang kelak menjadi pemimpin-pemimpin indonesia dimasa depan.

    30 October 2019
  • Nita Wijaya

    Semua orang Indonesia melek huruf. Mampu membaca dan menulis. Setiap anak diberikan pendidikan moral, etika, sikap agar mereka dapat berintegrasi dengan baik di masyarakat.

    30 October 2019
  • Ciska

    Gerakan Revolusi Mental, sedini mungkin anak2 diberi pengarahan mengenai budaya, etika, sikap perduli terhadap sesama, sikap nasionalisme dan sikap anti korupsi.
    Memperbaharui metode pendidikan di Indonesia menjadi lebih interaktif, dengan diskusi, presentasi, praktek langsung, tidak hanya text book saja.
    Anak2 jaman skrg itu kerjaan nya hanya belajar sampe sore, pulang sekolah ngeles, dan gak ada waktu utk main. Kondisi ini sangat menyedihkan. Restrukturisasi sistem pendidikan dengan pengurangan jam belajar atau sekolah semi asrama. Semi asrama maksudnya sekolah menyediakan sarana utk pelajaran tambahan atau les music/gambar/bahasa/skill lainnya plus makan siang dan snack, jadi ketika anak pulang jam 5 itu sudah selesai semua kegiatan belajarnya, di rmh mereka bisa ada waktu utk keluarga, bermain dan bersosialisasi.
    Pelatihan guru2 dan standarisasi guru
    Mengembangkan sistem belajar yang berbasis teknologi, seperti video, film, gambar

    30 October 2019
  • Priscilla

    Menjamin kesejahteraan guru yang merata di pelosok maupun pusat kota. Dan tidak terbatas ke PNS / guru sekolah negeri, tapi juga guru swasta.
    Memberikan insentif pada guru yang berhasil meraih gelar pendidikan lebih tinggi (s2 ke atas) & juga mengadakan pelatihan2 sehingga standard pengajaran rata di seluruh Indonesia.
    Merumuskan kurikulum yg bisa continous selama beberapa tahun sehingga murid tidak harus selalu membeli buku baru (buku bisa pinjam kakak kelas)
    sistem pengajaran yang lebih aktif, tidak terpaku pada textbook sehingga memicu anak2 lebih kreatif & menjadi problem solver.
    Membangun sistem pengawasan untuk dana bantuan sekolah agar bisa dipergunakan dengan maksimal & tepat sasaran.
    Kualitas pendidikan harus merata di seluruh Indonesia!

    30 October 2019
  • Patrick Lim

    Bahasa Inggris dan pelajaran teknologi sudah harus dimulai dari SD. Penjurusan bidang ilmu sdh dimulai dari SMP supaya anak murid benar-benar sudah belajar spesialisasi dari awal dan bisa menjadi ahli di bidang tsb

    30 October 2019
  • Nirmala

    Jika saya menjadi MENDIKBUD, hal pertama yg akan saya lakukan adalah membuat program belajar anak yg lebih fun & realistic, mengurangi system gadget untuk anak2 usia dini agar mereka bisa lebih focus terhadap lingkungan sekitarnya & supaya bisa lebih focus untuk berpikir lebih idealist tentang cara2 dari pemikiran mereka sendiri. Terus mengembangkan system TIDAK PUTUS SEKOLAH bagi seluruh masyarakat yg kekurangan dana, lebih memotivasikan mereka2 yg sangat ingin bersekolah. Lebih mengajarkan juga tentang etika, budaya, dan sejarah negara. Pokoknya saya akan terus membuat program tentang bagaimana supaya anak2 itu harus tetep focus & bersemangat dalam hal di bidang sekolah nya mereka.

    31 October 2019
  • 1. Memastikan semua anak di Indonesia mendapatkan pendidikan yg layak 9 tahun pembelajaran, disesuaikan dgn peraturan yg berlaku, fasilitas yg memadai & sistem pendidikan yg baik dan benar
    2. Menjaga kesejahteraan guru dengan memberikan gaji yg sesuai & memberikan pelatihan terhadap guru, agar dapat menyesuaikan pengajaran dengan jaman yg sedang berkembang & memberikan variasa cara pengajaran supaya tidak monoton
    3. Memberikan pembelajaran akan etika, budaya anti KKN, motivasi & pendidikan EQ / sosialisasi yg dapat mengajarkan kehidupan nyata yang akan mereka hadapi dimasa depan
    4. Adanya keharusan sosialisasi akan pendidikan & kesehatan seks (sex education) untuk semua sekolah di Indonesia, serta bimbingan konseling yang dapat mendampingi anak sekolah dalam mengatasi berbagai macam masalah yang dihadapi
    5. Memberikan kurikulum bahasa & kewirausahawan untuk semua sekolah di indonesia. ( untuk meningkatkan daya saing internasional & kualitas sdm anak indonesia, bahasa sangatlah penting untuk berkomunikasi & masyarakat sekitar dapat meningkatkan kesempatan untuk memberdayakan sdm masyarakat sekitar dgn meningkatnya wirausahawan)
    6. Dengan perkembangnya teknologi yg tidak dapat dipungkiri, guru dapat menggunakan gadget sebagai salah satu fasilitas pembelajaran untuk mendekatkan pengetahuan dengan anak dan juga menyadarkan siswa siswi bahwa banyakanya ilmu yang bisa didapatkan melalui teknologi & menciptakan mindset yg baik untuk mencari ilmu, dibandingkan mencari informasi yang merugikan diri sendiri

    1 November 2019
  • Nindia Putri

    1. Restruktur kurikulum yang terlalu based on text-book lebih ke kemampuan soft skill, as simple as kemampuan presentasi depan publik, percaya diri dalam membangun argumen terlebih dalam penggunaan bahasa asing..dan prefer kemampuan soft-skill ini sudah diterapkan sedini mungkin at least start from elementary school, sehingga mereka sudah aktif sejak dini
    2. Learning based on group project, melatih mereka sudah mampu bekerja sama dari dini jadi mengurangi sifat individualis mereka.. kalau bisa group project nya dari yg simple gimana cara mereka mencintai lingkungan sekitae mereka hingga yg komplek bagaimana cara mereka berkontribusi untuk Indonesia. Nantinya hasilnya bisa jadi salah satu achievement mereka
    3. No more back to school at 3pm. Aku yakin pengalaman dan pembelajaran anak diluar sekolah juga mempengaruhi tumbuh kembang mereka, kalau dia dipaksa untuk pulang dr sekolah jam3 tidak ada waktu untuk dia mengembangkan diri diluar sekolah
    4. Pemeretaan kurikulum pembelajaran hingga ke pelosok Indonesia. Sometimes, beberapa murid yg berada di remote area tidak memiliki kualitas belajar sebaik mereka yg tinggal di urban city. Kualitas tenaga pengajar bener2 mempengaruhi kualitas muridnya juga. No more tenaga honorer! Karena tenaga pengajar adalah pekerjaan yg paling mulia dan mampu melahirkan anak-anak terbaik bangsa. Sebelum kita tingkatkan kualitas pengajar ada baiknya kita hargai para pengajar yang sudah banyak meluangkan waktunya untuk mendidik calon penerus bangsa dengan melantik tenaga pengajar honorer menjadi tenaga pengajar tetap.

    1 November 2019
  • Dear Nadiem Makarim,
    We need a paradigm shift in education, to change the way we learn and the way we teach in the future, maybe i can provide a way to do it, we can start from learn new program about:
    1. Public Speaking Skill ( how to be more Confident, How to deal with stress at School, etc.
    2. Writing Well
    3. Storytelling (see 1-2)
    4. Critical Thinking (not cynicism)
    5. Good Manners
    6. Active Listening (hear with your eyes)
    7. Networking (trust and giving)
    8. Good customer service
    9. How to Sell (Enterpreneur Skill)
    10. The Digital Classroom (Innovative program to develop Virtual and Augmented Reality tools in collaboration for education)

    Thank you @jktgo and all of you for the oppurtunity. Together we can change the way people learn and make education better.

    2 November 2019
  • Alexander Lieman

    1. Kita harus memajukan SMK jurusan pertanian, kehutanan dan kelautan. Dimana ini bisa mengubah paradigma generasi selanjutnya untuk jadi job creator, bukannya job seeker. Inipun akan menciptakan independensi dan kemajuan ekonomi negara.

    1.1 Kita harus mulai invest di SMK bukan di anak-anak kuliah. Terutama yang ada di daerah. Indonesia Timur, seperti Maluku, Papua, Sulawesi dan juga Kalimantan.

    1.2 Sekolah kejuruan ini akan menciptakan tenaga siap pakai. Ini jangka pendeknya. Tetapi visinya adalah untuk memperlengkapi mereka untuk siap menjadi masyarakat yang independen.

    1.3 SMK Pertanian bisa mempersiapkan murid2nya dalam pengelolaan kebun pribadi. Apakah itu Organic farming, verticulture, hydrophonic, ataupun industrial type farming. Tapi kita juga gak muluk-muluk. Gak perlu sampai tissue culture. Itu sudah kualifikasi S1 S2.

    1.4 SMK Perhutanan bisa mengajarkan system tumpang sari. Dari sini, murid2 ini bisa kembali ke desa mereka untuk mengusahakan Hutan mereka. Tanpa merusak hutan, mereka bisa menambah value.

    1.5 SMK Kelautan bisa mendorong anak-anaknya untuk bisa belajar bagaimana memancing yang modern, dan yang lebih penting bagaimana cara preservasi dan pengolahan ikan hasil tangkapan tersebut.

    1.6 Tetapi yang paling penting dari semua ini adalah bagaimana kita integrasikan Industri 4.0 ke dalam tiga aspek ini. Sekarang trendnya banyak anak muda tidak mau menyentuh bidang ini karena kotor dan dianggap bukan kerja terhormat. Kitalah yang harus bisa mengubah paradigmanya dengan mengintegrasikan teknologi terbaru dengan ketiga aspek ini.

    2. Paradigma guru selama ini dilihat sebagai pekerjaan kelas dua yang tidak ada duitnya. Makanya kita selama ini sangat susah cari guru-guru berkualitas untuk pendidikan dasar dan menengah. Kebanyakan guru besar di Universitas. Banyak tenaga berkualitas cari pekerjaan lain. Guru jadi pekerjaan buangan. Bagaimana kita bisa dapat pendidikan berkualitas apabila guru-gurunya tidak sanggup membawakan.

    2.1 Untuk ini sebenernya kita bisa mulai dengan mengubah status guru honorer dan PNS. Sekarang banyak yang sudah menjadi PNS, jadi guru dan kerja males-malesan. Lalu bagi yang guru honorer juga males2an karena digaji kurang.

    2.2 Guru Honorer, bukan hanya di daerah, kadang masih ada juga di Jakarta yang dibayar hanya 900k-1jt/3 Bulan. Berarti sekitar 300-400k/Bulan. Ini gak akan bisa makan, nabung, bagaimana keluarganya.

    2.3 Perlu ada revisi policy dalam bagaimana kita memberikan ijin mengajar sebagai guru dan system training yang lebih baik agar guru2 yang benar lulus ini beneran bisa ngajar. Bagaimana kita menghargai guru-guru kita itu adalah refleksi mentalitas negeri kita.

    2.4 Kita bisa ambil contoh dari Finlandia. Mereka berikan tunjangan-tunjangan yang layak bagi guru-guru. Pendidikan gratis dari TK-S2. Di akademi guru setiap tahunnya hanya 20% yang keterima masuk dan bisa jadi guru. Sisanya gigit jari. Guru adalah the best of the best jadinya.

    2.5 Bila system sudah menunjang untuk menghargai guru, persepsi masyarakat akan guru akan berubah. Mulai dari situ, kita akan mulai punya guru-guru dalam negri yang berkaliber tinggi.

    2.6 Baru kita bicara kurikulum. Karena mau sebagus apapun kurikulum kita, kalau guru-gurunya tidak bisa mengimbangi/membawakan sama saja bohong.

    2 November 2019
  • Handy Kusuma

    1. pemerataan kualitas pendidikan
    2. perbaikan kesejahteraan guru, terutama yang di tempat terpencil
    3. fokus pada pembenahan pola pikir anak-anak didik dan guru (mengingat masih ada guru yang menanamkan pikiran intolearan).
    4. sikap tegas pada pelaku pembullyan dan kriminal di lingkungan sekolah
    5. perlindungan hukum untuk guru (mungkin dalam bentuk undang-undang atau peraturan, mengingat banyak guru yang dilaporkan oleh siswanya sendiri)
    6. fokus pada ilmu bukan nilai (banyak siswa akhirnya stress karena ada nilai yang kurang baik, padahal memang bukan bakat dan minatnya pada pelajaran tersebut)
    7. fokus pada bakat dan minat masing-masing siswa sedari dini. jadi langsung diarahkan ketika diketahui apa yang jadi bakat dan minat anak-anak.

    3 November 2019
  • To change the way we learn and the way we teach in the future, maybe i can provide a way to do it, we can start from learn new program about:
    1. Public Speaking Skill ( how to be more Confident, How to deal with stress at School, etc.
    2. Writing Well
    3. Storytelling (see 1-2)
    4. Critical Thinking (not cynicism)
    5. Good Manners
    6. Active Listening (hear with your eyes)
    7. Networking (trust and giving)
    8. Good customer service
    9. How to Sell (Enterpreneur Skill)
    10. The Digital Classroom (Innovative program to develop Virtual and Augmented Reality tools in collaboration for education)

    Thank you @jktgo and all of you for the oppurtunity. Together we can change the way people learn and make education better.

    3 November 2019
  • Fenny cancerlia sutrisno

    Terobosan yang aku pingin buat adalah:
    1. Banyakin ujian praktek jangan cuma ujian tertulis.
    2. Trus ok juga sih kalo bisa study from home. Maksudku bukan kayak home schooling ya tapi lebih kayak work from home. Misal bisa aja kan kadang ada sesuatu yang bikin kita gak bisa ke sekolah karna gak ada yang nganger, terjebak kerusuhan, dan lain sebagainya. Tapi kita tetep pingin belajar. Bisa lewat video call gitu lho sm gurunya dan murid murid yang lain. Nah menurut aku juga penting sih ada program brpa persen siswa harus hadir di sekolah biar gak ansos di rumah.
    3. Banyakin kegiatan workshop di sekolah ataupun luar sekolah.
    4. CSR wajib dilakukan. Bukan buat maksa sih tapi buat siswa lebih peduli dengan sekitarnya

    4 November 2019
  • Harvestianto Gilbert

    Halo JKTGO, Terobosan yang akan saya buat bila saya menjadi menteri pendidikan adalah:
    1. Meratakan dan menstandarisasi kualitas pendidik di seluruh Indonesia dan dilakukan uji kompetensi yang memadai setiap tahun pelajaran untuk memastikan kualitas guru merata tanpa terkecuali. Diadakan juga psikotes untuk menguji mental dan kelayakan guru, serta memastikan penghidupan yang layak untuk guru.
    2. Memperpendek jam sekolah dan membuat sekolah masuk lebih siang (pk. 08.00) agar siswa mendapat tidur yang cukup serta tidak menghilangkan waktu bermain / rekreasi / ekstrakurikuler. Tidur serta rekreasi dapat meningkatkan produktifitas belajar murid di sekolah
    3. Membuat kurikulum yang tidak hanya menekankan benar atau salah saat menjawab soal, tapi mampu membuat siswa berpikir kritis karena harus mampu memberikan alasan dari jawaban yang dipilih (menghilangkan pilihan ganda, terutama saat UN, kalau perlu menghilangkannya)
    4. Memastikan setiap sekolah diberikan psikiater yang layak agar dapat membimbing siswa / siswi yang mengalami tekanan dan untuk membantu menekan kenakalan anak serta tingkat stress yang tinggi
    5. Memberikan pelatihan / workshop bagi murid sesuai dengan lingkungannya agar saat diluar sekolah, ia dapat mempraktikan ilmu tersebut. Contoh: di sekolah yang berada di lingkungan petani, maka diberikan penyuluhan bagaimana meningkatkan kesejahteraan petani atau meningkatkan hasil panen
    6. Pendidikan tidak hanya dilakukan di dalam kelas tetapi juga dilakukan secara online apabila memang fasilitas memadai. Dalam arti, PR tidak hanya dikerjakan dengan cara ditulis lalu dikumpulkan, namun dapat disubmit melalui sebuah platform dengan deadline tertentu
    7. Soft Skill dan Kepribadian juga memiliki persentase yang besar dalam menentukan kelulusan murid
    8. Menghilangkan sistem ranking di sekolah

    5 November 2019
  • 1. Demokrasi sex education. Berapa banyak sih orang tua yang menjelaskan secara detail apa itu alat kelamin dan bagaimana cara bersenggama? Keingin tahuan anak kecil, kemudahan akses internet, maraknya pembahasan tentang pornografi sebagai konten sosial media, gerakan LGBT “pride” yang sedang gempor, sudah waktunya anak-anak dijelaskan secara terbuka, dan edukatif mengenai hal yang dianggap tabu ini. Bukan hanya sekedar, ini pembalut, ini kondom, namun benar-benar terperinci.
    Anak-anak memiliki keingin tahuan yang besar, kalau mereka mencari informasi sendiri, coba-coba sendiri, bukan hal yang mengagetkan menemukan berita anak smp sudah hamil.

    2. Mental health issue.
    Meskipun ada bimbingan konseling, namun sebenarnya fasilitas ini belum cukup efisien untuk para murid. Stigma “ke psikolog berarti gila”, sudah tertanam sejak kecil. Anak-anak korban bullying cenderung tertutup dan malu untuk bercerita.
    Penekanan akan sikap terbuka, berani bersuara, berani mengkritik, berani berdemokrasi, sangat diperlukan untuk stabilitas mental.
    Percuma mengembangkan intelegensi tanpa kecerdasan EQ sendiri. Toh nyatanya, masih banyak anak yang kesulitan untuk bergaul di lingkungan belajar formal atau non formal.

    7 November 2019
  • Dewi junita

    Jika gue mendikbud , gue Akan membuat smart card yg bisa di gunakan untuk “SEKOLAH GRATIS” bagi semua umur dan kalangan…

    8 November 2019
Post a Comment

You don't have permission to register