Ruas Lengkap Ganjil-Genap Jakarta

Peraturan ganjil-genap diberlakukan setiap hari senin – jumat (tidak berlaku pada hari libur nasional) dari pukul 06:00 – 10:00 dan pukul 16:00 – 21:00

Jangan lupa kalau adanya peraturan ini membuat kendaraan berplat nomor genap melalui jalur hanya di tanggal genap, sedangkan kendaraan berplat nomor ganjil hanya bisa melewati jalur pada tanggal ganjil, dan Angka nol (0) dianggap genap, ya.

Berikut adalah 25 ruas jalan yang dikenakan Ganjil – Genap di Jakarta :

  1. Jalan Medan Merdeka Barat
  2. Jalan M.H. Thamrin
  3. Jalan Jenderal Sudirman
  4. Sebagian Jalan Jenderal S.Parman (mulai dari simpang jalan Tomang Raya sampai dengan Simpang Jalan KS. Tubun
  5. Jalan Gatot Subroto
  6. Jalan Jenderal M.T. Haryono
  7. Jalan Jenderal D.I Panjaitan
  8. Jalan Jenderal Ahmad Yani
  9. Jalan H.R. Rasuna Said
  10. Jalan Pintu Besar Selatan
  11. Jalan Gajah Mada 
  12. Jalan Hayam Wuruk
  13. Jalan Majapahit
  14. Jalan Panglima Polim
  15. Jalan Sisingamaharaja
  16. Jalan RS Fatmawati (dari simpang Jl. Ketimun 1 sampai simpang Jl. TB Simatupang)
  17. Jalan Balikpapan
  18. Jalan Suryopranoto
  19. Jalan Kyai Caringin
  20. Jalan Tomang Raya
  21. Jalan Pramuka
  22. Jalan Salemba Raya
  23. Jalan Kramat Jaya
  24. Jalan Senen Raya
  25. Jalan Gunung Sahari 

Apa sih sanksi yang didapatkan jika melanggar peraturan Ganjil – Genap?  

Pelanggar yang melanggar peraturan Ganjil-genap diperbolehkan memilih meminta jenis slip sanksi yang akan didapatkan. Sanksi peraturan ini diberlakukan sesuai dengan Pergub DKI Jakarta. Sanksi Ganjil-Genap dibedakan menjadi :

  1. Sanksi Slip Biru

Kalau memilih diberikan slip biru, berarti pelanggar tersebut tidak perlu menjalani sidang tetapi diharuskan membayar denda maksimal 500 ribu rupiah.

Cara pembayarannya, pelanggar harus datang ke bank BRI yang diinformasikan oleh petugas untuk membayar denda melalui transfer. Setelah membayar, bukti pembayaran tersebut diberikan ke petugas untuk mengambil SIM atau STNK kalian.

  1. Sanksi Slip Merah

Pengendara yang yang diketahui melakukan pelanggaran bisa mengajukan banding jika ia tidak terima dengan besaran denda yang harus dibayar. Maka, satu-satunya cara adalah dengan proses sidang, nantinya hakin yang akan memutuskan besaran denda yang harus dibayarkan oleh pelanggar.

Namun, ada 13 kendaraan yang dibebaskan dari peraturan Ganjil – Genap Jakarta yaitu :

  1. Kendaraan yang membawa masyarakat disabilitas
  2. Kendaraan ambulans
  3. Kendaraan pemadam kebakaran
  4. Kendaraan angkutan umum (pelat kuning)
  5. Kendaraan yang digerakkan dengan motor listrik
  6. Sepeda motor
  7. Kendaraan angkutan barang khusus bahan bakar minyak dan bahan bakar gas
  8. Kendaraan pimpinan lembaga tinggi negara (Presiden, Wakil Presiden, Ketua MPR, DPR, DPD, Ketua Mahkaman Agung, Mahkamah Konstitusi, Komisi Yudisial, Badan Pemeriksaan Keuangan)
  9. Kendaraan Dinas operasional berpelat dinas, TNI dan Polri
  10. Kendaraan pimpinan dan pejabat negara asing serta lembaga internasional yang menjadi tamu negara
  11. Kendaraan untuk memberikan pertolongan pada kecelakaan lalu lintas
  12. Kendaraan pengangkut uang Bank Indonesia, antar bank, pengisian ATM dengan pengawasan dari Polri
  13. Kendaraan untuk kepentingan tertentu menurut pertimbangan petugas polri, seperti kendaraan pengangkut uang dengan pengawasan Polri.

So, jangan lupa untuk perhatikan jalur yang akan kamu lewatinya ketika kamu berkendara. Jangan sampai sekian ratus ribu melayang karna kena tilang.