1930, Koffie Fabriek Aroma

Credit : @idnyclaud

Telah berdiri sejak 1930, Kopi Aroma didirikan oleh Tan Houw Sian dan diteruskan oleh anaknya Widya Pratama. Dengan masih mempertahankan keaslian dari Kedai Kopi Aroma, mulai dari bangunannya yang bergaya Belanda, pernak-pernik toko serta alat pembuatan kopi yang masih tradisional membuat kedai ini menjadi tempat yang bersejarah dan wajib dikunjungi. Hal ini pula yang membuat Kedai Kopi satu ini tetap ramai sampai sekarang.

Credit : @nana_uuu

Pembuatan Kopi disini masih menggunakan mesin kopi tradisional buatan Jerman tahun 1930-1936 yang terbuat dari kayu karet. Proses pembuatan kopinya sendiri cukup panjang loh.

Credit : @ecko.picture

Sebelum digarang, biji kopi dijemur terlebih dahulu untuk menjaga warna biji kopi, agar nggak kusam. Lalu disimpan di dalam ruangan khusus selama 5 tahun untuk biji kopi robusta dan 8 tahun untuk biji kopi Arabika (lama banget yawlah). Hal ini diperlukan untuk menurunkan kadar kafein serta meningkatkan kualitas kopi.

Credit : @ecko.picture

Setelah itu, Kopi digarang selama 2 jam, lama ya, beda dengan kalau menggunakan mesin modern yang hanya membutuhkan waktu 10 menit.

Credit : @idnyclaud

Melewati proses yang panjang, nggak heran rasa dan aroma dari kopi disini sangat khas. Nilai plusnya lagi karna proses tersebut kopi disini lebih bagus bagi tubuh karna kadar kafeinnya yang rendah. Untuk harga kopi, 1 Pack kopi Robusta dihargai IDR 15K dan Arabika IDR 20K.

Credit : @dh.eatntravel

Lokasi : Jl. Banceuy No.51, Bandung
Jam Buka : Senin – Sabtu 09:00 – 14:30